Purwokerto, 7 Maret 2026 — Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) kembali menyelenggarakan kegiatan akademik bertaraf internasional melalui Eurasia Foundation Lecture Series 2026. Program yang merupakan kolaborasi antara Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unsoed dan Eurasia Foundation (from Asia) ini memasuki seri ketiga yang dilaksanakan secara luring pada Sabtu (7/3/2026) di Gedung Aula Fakultas Peternakan Unsoed.

Kegiatan ini dihadiri sekitar 150 mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Unsoed yang antusias mengikuti perkuliahan internasional tersebut. Sebelumnya, pada seri kedua, perkuliahan dilaksanakan secara daring dengan menghadirkan pembicara dari Waseda University, yaitu Mutia Kusumawati, M.A., Ph.D.

Pada seri ketiga ini, hadir sebagai narasumber utama Budi Aji, Prof. Dr.sc.hum., M.Sc., yang juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Unsoed. Dalam kuliahnya yang berjudul “Health Economics in Asian Region: Providing an Equitable Healthcare for All,” Prof. Budi Aji memaparkan pentingnya pendekatan ekonomi kesehatan dalam memastikan sistem layanan kesehatan yang adil dan merata di kawasan Asia.

Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Elly Tugiyanti, Prof. Dr. Ir., M.P., IPU., ASEAN.Eng., selaku Ketua LPPM Unsoed. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa penyelenggaraan Eurasia Foundation Lecture Series merupakan sebuah pencapaian penting bagi Unsoed dalam menghadirkan perkuliahan dengan standar internasional. Menurutnya, kegiatan ini menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan lintas disiplin ilmu melalui pembelajaran langsung dari para pakar yang berasal dari berbagai institusi terkemuka.

Acara ini turut dihadiri oleh Dian Bayu Firmansyah, S.Pd., M.Pd., selaku Koordinator Lecture Series di Unsoed, serta Tri Murniati, Ph.D., dan Ulul Huda, S.Pd.I., M.Si.

Melalui kegiatan ini, Unsoed tidak hanya menghadirkan ruang diskusi akademik internasional, tetapi juga membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari berbagai bidang keilmuan dengan tingkat diversitas yang tinggi.

By Indra K