PURWOKERTO, 27 Juni 2026 – Dalam upaya mendorong daya saing produk lokal dan menanamkan kesadaran akan pentingnya standardisasi mutu, Pusat Inkubasi Bisnis (PIB) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yg diketuai oleh Nur Wijayanti, S.TP., M.P menggelar perhelatan akbar bertajuk “Talkshow & Pameran SNI Goes to Campus”.
Kegiatan yang diselenggarakan pada Sabtu (27/6) di Gedung Graha Prof. Rubiyanto ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Unsoed, Badan Standardisasi Nasional (BSN), PT Sucofindo (Persero), serta Pusat Inkubasi Bisnis LPPM Unsoed.

Tidak hanya berfokus pada pemaparan materi, acara ini juga dimeriahkan dengan Kompetisi Poster Standardisasi Mahasiswa tingkat nasional. Lebih istimewa lagi, kegiatan ini diselenggarakan secara terintegrasi dengan “Expo Agrotechnopreneurship” yang diinisiasi oleh Program Studi Teknologi Pangan.
Ketua LPPM Unsoed, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, MP., IPU.ASEAN., Eng., dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa pemahaman standar mutu adalah kunci bagi perguruan tinggi dalam menyiapkan lulusan yang tangguh.
”Di era kompetisi global yang semakin ketat, standar bukan lagi sekadar norma administratif, melainkan instrumen utama penentu kualitas dan kepastian pasar bagi suatu produk,” tegas Prof. Elly. “Melalui forum pembekalan ini, kita mendalami peran standardisasi dalam menyiapkan profil lulusan yang siap bersaing di dunia kerja, sekaligus menanamkan wawasan mengenai industri berbasis standar kepada generasi muda.”
Lebih lanjut, Prof. Elly memberikan apresiasi khusus terhadap kolaborasi acara dengan pameran produk inovasi mahasiswa pangan. Menurutnya, Expo Agrotechnopreneurship menjadi bukti nyata bahwa riset di ranah akademis tidak boleh berhenti di meja laboratorium.
”Produk-produk pangan kreasi mahasiswa Teknologi Pangan yang dipamerkan hari ini tidak hanya dituntun untuk memiliki keunggulan cita rasa dan gizi. Melalui pendampingan Pusat Inkubasi Bisnis LPPM, inovasi tersebut dikawal agar memenuhi standar mutu baku, layak proses inkubasi bisnis, dan siap melakukan penetrasi pasar secara komersial,” tambahnya.
Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan iklim penelitian dan inovasi di lingkungan Universitas Jenderal Soedirman dapat terus tumbuh menjadi ekosistem pembinaan kewirausahaan yang solid. Kehadiran perwakilan BSN dan Sucofindo sebagai praktisi industri juga diharapkan mampu membuka wawasan mahasiswa mengenai regulasi mutu dan standardisasi nasional sebelum mereka benar-benar terjun ke dunia industri.
Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB ini terbuka bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat umum, menyajikan sesi talkshow inspiratif, kompetisi yang kompetitif, serta pameran produk-produk pangan lokal berstandar tinggi yang siap bersaing di kancah nasional.
