LPPM UNSOED Peduli Budaya Banyumasan

Avatar Mr.X3X

[unsoed.ac.id, Rab, 24/10/12] Kepedulian terhadap kearifan lokal dalam hal ini Budaya Banyumasan kembali diwujudkan dalam Focus Group Discussion (FGD)dengan tema “Pelestarian dan Pengembangan Budaya Banyumasan Menghadapi Modernitas”.  Acara yang digagas oleh Pusat Penelitian Budaya Daerah dan Pariwisata (Pusbudpar) LPPM UNSOED.

Kegiatan yang dilaksanakan  Ruang Seminar Lantai 2 LPPM UNSOED, dihadiri oleh 20 orang peserta,  terdiri dari guru seni, sanggar seni, pamong budaya, serta Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Budaya  se-Kabupaten Banyumas.

Penurunan kepedulian masyarakat akan budaya Banyumas juga diakui oleh para peserta FGD. Tri Wardono pamong budaya kecamatan Kemranjen, Sumpiuh dan Tambak mengungkapkan kondisi budaya banyumasan saat ini sangat memperihatinkan. Alasan ini dikarenakan berbagai faktor antara lain dengan adanya modernisasi masyarakat lebih menyukai kepraktisan sehinggaseni dianggap tidak praktis ungkap Slamet. Selain itu, saat ini di masyarakat kurang adanya tokoh penggerak budaya, serta faktor Agamis. Diakhir acara disimpulkan bahwa Nguru-nguri Budaya Banyumasan perlu kerjasama berbagai pihak baik akademisi, pemerintah, dan masyarakat.Maju Terus Pantang Menyerah!(Wb/Uk)

 

Sumber : http://unsoed.ac.id