Dalam rangka mendukung pelaksanaan penelitian bakteri patogen penyebab penyakit infeksius pada manusia, maka  LPPM UNSOED bekerja sama dengan Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) EIJKMAN, Organasiasi Riset Kesehatan – BRIN mengadakan “Pelatihan Pengambilan Darah Domba” pada tanggal 29-30 Januari 2026 di lokasi peternakan domba  DJ Farm, Desa Limpakuwus dan  BUMDes Desa Karangsalam, Kecamatan Baturraden, Kabubapten Banyumas. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan merintis kemitraan UNSOED dengan para peternak domba di wilayah Kabupaten Banyumas sebagai supply chain darah domba untuk riset bakteri patogen fastidius yang menjadi penyebab penyakit infeksius pada manusia. Narasumber peneliti senior dari PRBM EIJKMAN – BRIN, Dodi Safari, S.Si., Ph.D., menyampaikan bahwa darah domba merupakan suplemen terbaik pada media agar darah dan media agar cokelat untuk pertumbuhan yang optimal bakteri Streptococcus pneumoniae sebagai penyebab penyakit “Pneumonia” dan Neisseria gonorrhea sebagai penyebab penyakit “Gonore” atau “Kencing Bernanah”  yamh merupakan penyakit menular seksual.  Dalam penjelasan tentang SOP pengambilan darah domba yang aseptis,  Ageng Wiyatno, S.Si., M.Biomed. menyampaikan bahwa setiap domba dengan berat bobot ideal >30 kg dapat diambil sebanyak 250 mL, sedangkan dari aspek kesehatan hewan, drh Jeffry Julius, menyampaikan kirteria domba yang sehat agar dapat  dimanfaatkan darahnya, seperti tanda-tanda vital yang ideal dan BCS domba sekitar 2,5-3,5.

Ketua LPPM UNSOED, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P.,IPU, ASEAN.Eng dalam arahannya mengharapkan melalui kegiatan “Pelatihan Pengambilan Darah Domba” ini  dapat menjadikan UNSOED lebih berdampak yaitu dengan  edukasi kepada masyarakat dan benefit secara ekonomi khususnya para peternak domba akan manfaat domba selain untuk produksi susu dan daging, namun juga dapat dimanfaatkan darahnya untuk uji mikrobiologi bakteri fastidius patogen dalam mendukung program kesehatan pemerintah dalam mengatasi penyakit menular (infeksius) pada saat ini dan yang akan datang, baik di laboratorium riset maupun laboratorium klinik di rumah sakit. Tim Komite Etika Penelitian LPPM Unsoed, Drs. Aris Mumpuni, M.Phil., menekankan pentingnya aspek “Bioetika” dalam pemanfaatan hewan untuk kepetingan riset dan layanan kesehatan, sehingga perlunya uji etik (ethical clearence) dalam setiap penggunaan dan perlakuan pada hewan.   Dosen Fakultas Biologi UNSOED, Dr Daniel Joko Wahyono M.Biomed,  menyatakan bahwa supply chain darah domba yang keberlanjutan sangat diperlukan untuk mendukung riset-riset mikrobiologi  di UNSOED khususnya maupun di Indonesia pada umumnya.

 

#“UNSOED berdampak, maju, mendunia”.

#“Maju terus pantang mundur”.

Dokumentasi foto-foto :

 

By Indra K