Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Pusat Transportasi dan Pengembangan Wilayah LPPM Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Agroeduwisata Artansi, Desa Karangpucung, Kecamatan Kertanegara, Kabupaten Purbalingga.
Forum berkonsep partisipatif bertajuk Penggalian Potensi, Masalah, Keinginan Bersama, dan Aturan Bersama ini merupakan tonggak awal strategis pelaksanaan program MERINDU AROMA (Meracik Rencana Induk Agroeduwisata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat) yang memperoleh pendanaan skema Penerapan IPTEKS BLU Unsoed.
Keunggulan utama program PkM MERINDU AROMA ini terletak pada keterlibatan tim pakar multidisiplin ilmu dari Unsoed yang mendampingi masyarakat secara intensif.
Tim akademisi ini terdiri atas Yemima Sahmura, S.Ars., M.Ars., Ir. Probo Hardini, S.T., M.T., Ph.D., Khaidar Ali, S.K.M., M.P.H., Ir. Eva Wahyu Indriyati, S.T., M.T., Laurensia Claudia Pratomo, S.Pd., M.Pd., serta Revi Aulia Purbandini, S.T.
Pertemuan strategis ini menghadirkan jajaran Pemerintah Desa Karangpucung, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).
Serta, pimpinan mitra Artansi Chandra Kahuripan dan perwakilan kelompok tani dan keluarga petani setempat.
Para narasumber berasal dari Pusat Transportasi dan Pengembangan Wilayah LPPM Unsoed serta Kepala Bidang Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purbalingga.
Kedua pemateri menyajikan panduan Perencanaan Site Plan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat dan Penataan Ruang untuk Pengembangan Pariwisata.
Pendekatan Partisipatif Masterplan Agroeduwisata Artansi Purbalingga
Penyelenggaraan FGD ini bertujuan khusus untuk menyusun Dokumen Siteplan Agroeduwisata Artansi Chandra Kahuripan secara inklusif.
Pendekatan partisipatif program MERINDU AROMA menempatkan masyarakat desa, petani, dan pengelola kawasan sebagai subjek utama perencanaan,
Sehingga berbeda dari metode konvensional yang bersifat top-down.

Ketua Tim PkM LPPM Unsoed, Yemima Sahmura Vividia, S.Ars., M.Ars., menegaskan pentingnya ruh partisipatif dalam proses perencanaan kawasan. Penyusunan masterplan agroeduwisata yang berkualitas tidak boleh lahir dari asumsi sepihak di atas meja kerja semata.
“Melalui FGD partisipatif ini, kami menggali apa yang betul-betul masyarakat Desa Karangpucung butuhkan, rasakan, dan impikan. Ketika warga terlibat merumuskan potensi, masalah, hingga aturan bersama, tumbuh rasa kepemilikan yang kuat,” katanya, Sabtu 26 September 2026.
Yemima Sahmura Vividia menambahkan bahwa pelibatan aktif warga menjadi kunci utama keberlanjutan proyek tersebut.
“Hal inilah yang menjamin kawasan Artansi Chandra Kahuripan akan terkelola secara lestari dan mandiri dalam jangka panjang,” tambahnya.
Pimpinan Mitra Artansi Chandra Kahuripan, Tri Bowo Pangestika, menyambut hangat serta mengapresiasi tinggi pendampingan penuh dari tim pakar Unsoed.
Penerapan IPTEKS dan metode partisipatif ini terbukti membuka wawasan warga desa secara luas.
“Masyarakat kini memiliki gambaran dan arah terstruktur mengenai tata cara mengelola kawasan tempat tinggal dan usaha. Tentunya agar menjadi destinasi wisata edukasi unggulan yang tertib, bersih, dan menyejahterakan masyarakat,” katanya.
Proses diskusi interaktif merangkum empat pilar pemetaan mendalam untuk memantapkan pengembangan kawasan.
Pilar pertama mencakup penggalian potensi lokatif dan ekonomi lokal.
Peserta memetakan keunggulan budidaya melon premium bernilai tinggi menggunakan teknologi hidroponik Nutrient Film Technique (NFT), keterpaduan sektor pertanian-peternakan-perikanan, lanskap alam asri, serta keramahan budaya lokal.
Pilar kedua berfokus pada identifikasi masalah dan kendala lapangan
Dalam perteman ini juga memetakan tantangan nyata seperti ketiadaan zonasi tegas antara zona penerimaan pengunjung, produksi pertanian, dan edukasi.
Serta, keterbatasan sarana sanitasi dan pengelolaan sampah, hingga sirkulasi pengunjung yang belum teratur.
Pilar ketiga menyerap keinginan dan aspirasi bersama warga.
Forum menampung harapan agar kawasan ini berkembang menjadi pusat pembelajaran pertanian modern dan wadah peningkatan pendapatan keluarga petani.
Sekaligus ruang terbuka hijau yang aman, nyaman, dan edukatif.
Pilar keempat merumuskan aturan dan kesepakatan bersama secara kolektif.
Tahap ini menghasilkan norma terkait batas penggunaan lahan, tata tertib pengunjung, komitmen kebersihan lingkungan
Dan juga pembagian peran kolaboratif antara pengelola, kelompok tani, dan Pokdarwis Desa Karangpucung.
Dukungan SDGs dan Hasil Nyata Program MERINDU AROMA Unsoed
Pelaksanaan program MERINDU AROMA ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) secara nyata.
Program ini menyasar SDG 1 (Tanpa Kemiskinan) melalui peningkatan pendapatan warga, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pariwisata berbasis komunitas.
SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan) melalui penataan ruang inklusif.
Serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab) melalui sistem pertanian hidroponik ramah lingkungan.
Sebagai langkah konkrit pascadiskusi, tim PkM Unsoed memproses seluruh data partisipatif warga menjadi deretan produk fisik dan digital berkualitas.
Luaran tersebut meliputi Dokumen Siteplan Arsitektural Kawasan, Maket Fisik 3D Kawasan, serta Video Animasi 3D Sirkulasi dan Visualisasi Kawasan.
Selain itu, tim akademisi Unsoed siap memproses Pendaftaran Hak Cipta (HKI) atas karya siteplan tersebut.
angkah penutup rangkaian kegiatan ini mencakup publikasi ilmiah pada jurnal terakreditasi serta pemberitaan luas di berbagai media massa.
