{"id":4083,"date":"2026-08-01T00:11:24","date_gmt":"2026-08-01T00:11:24","guid":{"rendered":"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/?p=4083"},"modified":"2026-08-01T00:15:28","modified_gmt":"2026-08-01T00:15:28","slug":"im-peneliti-unsoed-brin-dan-undana-telusuri-pengobatan-berbasis-kearifan-lokal-masyarakat-pulau-sabu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/?p=4083","title":{"rendered":"TIM PENELITI UNSOED, BRIN, DAN UNDANA TELUSURI PENGOBATAN BERBASIS KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT PULAU SABU"},"content":{"rendered":"<blockquote><p>&nbsp;<\/p><\/blockquote>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur \u2013 Tim peneliti lintas institusi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan penelitian mengenai praktik pengobatan tradisional masyarakat Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini mendapatkan pendanaan LPDP dalam skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) Ekspedisi Gelombang IX.&nbsp;<\/p>\n<p>Penelitian berjudul \u201cPengobatan Berbasis Kearifan Lokal pada Masyarakat Pulau Sabu, Nusa Tenggara Timur\u201d tersebut dilaksanakan dengan mengunjungi sejumlah wilayah adat, yakni Liae, Mehara, Menia, Seba, dan Dimu untuk memperoleh data terkait pengobatan tradisional yang berakar pada kepercayaan leluhur masyarakat Pulau Sabu.&nbsp;<\/p>\n<p>Tim penelitian dipimpin oleh Dr. Wiwik Novianti, S.Sos., M.I.Kom dari Unsoed, dengan anggota Desmiwati, S.Sos., M.E. dari BRIN; Dr. Agoeng Noegroho, M.Si., Dr. apt. Eka Prasasti Nur Rachmani, M.Sc., dan apt. Nur Amalia Choironi, M.Si. dari Unsoed; serta Maria Via Dolorosa Pabha Swan, S.Sos., M.Med.Kom. dari Undana.<\/p>\n<p>Pada pengumpulan data lapangan tahap 1 yang dilakukan pada 21-31 Juli 2026, tim melakukan wawancara mendalam dengan Mone Ama sebagai pemimpin adat, Mone Melare atau praktisi pengobatan tradisional, serta sejumlah instansi terkait dan tokoh masyarakat. Wawancara dilakukan untuk menggali pengetahuan, pengalaman, bahan-bahan alami, serta nilai budaya dan spiritual yang melandasi praktik penyembuhan Masyarakat Pulau Sabu.<\/p>\n<ol>\n<li><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4087\" src=\"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_202608213_071218410-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_202608213_071218410-300x225.jpeg 300w, https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_202608213_071218410-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_202608213_071218410-768x576.jpeg 768w, https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_202608213_071218410.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-4088\" src=\"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_202608213_071221259-300x169.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"169\" srcset=\"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_202608213_071221259-300x169.jpeg 300w, https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_202608213_071221259-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_202608213_071221259-768x432.jpeg 768w, https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/08\/IMG_202608213_071221259.jpeg 1380w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/li>\n<\/ol>\n<p><!--more--><\/p>\n<p>Temuan awal menunjukkan bahwa masyarakat Pulau Sabu masih memanfaatkan berbagai ramuan tradisional untuk menangani beragam penyakit. Ramuan tersebut dibuat menggunakan tanaman dan bahan alam yang tersedia di lingkungan sekitar. Pengetahuan mengenai jenis tanaman, cara pengolahan, dan penggunaannya diwariskan secara turun-temurun dalam keluarga dan suku adat.<\/p>\n<p>Praktik pengobatan masyarakat Pulau Sabu tidak hanya berhubungan dengan penyembuhan kondisi fisik. Dalam pandangan masyarakat adat, kesehatan juga berkaitan dengan keseimbangan hubungan antara manusia, alam, leluhur, dan kehidupan spiritual.<\/p>\n<p>Salah satu partisipan penelitian, Rahul Adrianus Ratu selaku Ketua Organisasi Penghayat Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa Jingitiu, menjelaskan bahwa dalam tradisi Jingitiu, proses penyembuhan dapat memadukan penggunaan ramuan herbal dengan ritual tertentu. Ritual tersebut menjadi bagian dari upaya memulihkan keseimbangan, memohon kesembuhan, dan menjaga hubungan harmonis dengan leluhur serta lingkungan.<\/p>\n<p>Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pengobatan tradisional bukan semata-mata cara masyarakat mengatasi penyakit, melainkan juga bagian dari identitas budaya dan sistem pengetahuan lokal masyarakat Pulau Sabu. Pengetahuan tersebut mencakup cara masyarakat memahami penyebab penyakit, memilih bahan pengobatan, menjalankan proses penyembuhan, serta membangun komunikasi antara pasien, keluarga, tokoh adat, dan Mone Melare atau praktisi pengobatan tradisional.<\/p>\n<p>Ketua tim peneliti, Dr. Wiwik Novianti, menjelaskan bahwa penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan dokumentasi ilmiah mengenai budaya pengobatan berbasis kearifan lokal masyarakat Pulau Sabu. Dokumentasi tersebut penting karena sebagian besar pengetahuan lokal masih diwariskan secara lisan dan berpotensi berkurang apabila tidak dicatat serta diteruskan kepada generasi berikutnya.<\/p>\n<p>Penelitian ini juga diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk terus menghormati dan melestarikan tradisi pengobatan lokal. Selain itu, hasilnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua dalam merumuskan kebijakan pelestarian budaya dan pengembangan pelayanan kesehatan yang inklusif, kontekstual, serta menghargai keyakinan masyarakat setempat.<\/p>\n<p>Bagi dunia akademik, penelitian ini akan memperkaya referensi mengenai komunikasi kesehatan, komunikasi antarbudaya, etnomedisin, tanaman obat, dan sistem kepercayaan lokal. Hasil penelitian juga diharapkan dapat mempertemukan pengetahuan tradisional dengan ilmu pengetahuan modern melalui pendekatan yang etis dan menghormati hak masyarakat adat.<\/p>\n<p>Melalui kolaborasi Unsoed, BRIN, dan Undana, penelitian ini menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai disiplin ilmu dalam mendokumentasikan kekayaan budaya Indonesia. Pengobatan berbasis kearifan lokal masyarakat Pulau Sabu merupakan warisan pengetahuan yang tidak hanya bernilai bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi bagian penting dari keragaman budaya bangsa Indonesia.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; &nbsp; Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur \u2013 Tim peneliti lintas institusi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), dan Universitas Nusa Cendana (Undana) melakukan penelitian mengenai praktik pengobatan tradisional masyarakat Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini mendapatkan pendanaan LPDP dalam skema Riset dan Inovasi untuk Indonesia [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":4086,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"ngg_post_thumbnail":0,"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-4083","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4083","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=4083"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4083\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":4089,"href":"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/4083\/revisions\/4089"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/4086"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=4083"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=4083"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.unsoed.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=4083"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}